Blog From Author

FALSAFAH LIMA HURUF : “卡, 尖,斌,笑,容”

FALSAFAH LIMA HURUF : “卡, 尖,斌,笑,容” 
 HURUF PERTAMA: 卡 (dibaca KA, berarti KARTU). Pada jaman modern ini di seluruh dunia hampir tidak ada orang yang hidup tanpa kartu, dalam bahasa Mandarin kartu ini ditulis 卡. Hampir semua yang membaca artikel ini dapat dipastikan memiliki Kartu di dalam sakunya, Kartu ATM, Kartu Kredit, Kartu Tol, Kartu Busway dll. Ada arti tersembunyi namun gamblang dalam huruf 卡 (Ka). Huruf tersebut terdiri dari dua huruf: bagian atas, 上 (Shang), berarti ATAS; bagian bawah, 下 (Xia), berarti BAWAH. Disadari atau tidak, kita semua tahu bahwa dalam hidup kita kadang berada di atas, kadang berada di bawah. Banyak dari kita yang lupa dan menjadi arogan pada saat kita berada di atas, kita lupa akan hukum alam yang mengajarkan kita bahwa yang ada di atas akan turun yang ada di bawah akan naik (contoh: air yang bisa naik via awan ke gunung dan turun mengalir ke laut). Jadi huruf 卡 diam-diam mengatakan bahwa saat kita berada di atas janganlah sombong, saat kita di bawah janganlah berputus asa. Hidup bermasyarakat harus mampu bergaul, tidak hanya dengan kalangan atas tetapi juga dengan kalangan bawah. 

HURUF KEDUA adalah: 尖 (dibaca JIAN, berarti TAJAM). Dalam hidup, baik memegang langsung ataupun tidak, kita tidak dapat lepas dari ketajaman sebilah pisau, tanpa ketajaman pisau nyaris tak ada makanan enak buat kita! Seseorang harus TAJAM! Tajam dalam berpikir dan bertindak! Hanya pikiran tajam yang dapat membawa kita ke jalan sukses.Namun, harap diingat, huruf 尖, terdiri dari huruf 小 (Xiao) di sebelah atas, dan huruf 大 (Da) di sebelah bawah! Diam-diam kita diajarkan bahwa ketika kita menjadi sukses (orang besar), kita harus ingat bahwa huruf besar 大 itu berada di bawah huruf kecil 小. Ini berarti, kita tidak boleh merendahkan orang-orang yang tidak/kurang sukses. Sebaliknya, kita harus mendukung orang kecil, seperti huruf 大 mendukung huruf 小. Disini berarti kita harus memberi/berbagi alat pancing (pendidikan), bukan ikan (uang).

HURUF KETIGA adalah: 斌 (dibaca BIN, berarti: HEBAT/pandai/refined). Huruf ini juga terdiri dari dua bagian, sebelah kiri 文 (Wen) berarti bahasa/budaya/teori, sebelah kanan 武 (Wu) berarti militer/ilmu bela diri/praktik. Bahasa yang tidak dipraktikkan tidak bermakna. Belajar teori ilmu bela diri tanpa praktik sama saja nol! Agar menjadi piawai dan sukses, seseorang harus rajin dan tekun belajar, belajar teori untuk kemudian mempraktikkannya. Dalam hidup, ketika kita belajar teori, baik itu ilmu pengetahuan ataupun agama, tanpa dipraktikkan secara nyata dalam hidup itu sama dengan kesia-siaan. Seseorang yang banyak membaca buku namun tidak pernah mau atau tidak pernah bisa mempraktikkannya dalam hidup nyata maka dia hanyalah kutu buku yang hanya merusak lembar-lembaran buku.

HURUF KEEMPAT adalah: 笑 (dibaca XIAO, berarti SENYUM atau TAWA). Agar dapat berbahagia kita harus mampu tersenyum atau tertawa. Lebih dalam lagi ini berarti: Nikmatilah setiap saat, setiap detik hidup anda. Secara nyata berarti, mampu menerima setiap kejadian dan setiap kenyataan hidup, baik itu buruk ataupun baik. Level tertinggi, barangkali, bahkan menikmati kesedihan dan kepedihan. Dengan cara itu, hidup kita akan terbebas dari stress. Mengingat-ingat hal-hal yang membuat kita stress memperpendek umur. Jadi, senyum dan tertawalah.

HURUF KELIMA adalah: 容 (dibaca RONG, berarti TOLERAN). Orang berkata: SABAR, katanya: Orang sabar disayang Tuhan; Tahukah anda bahwa kata SABAR dalam bahasa Chinese ditulis 忍(dibaca REN). Huruf atas bertulis 刀 (Dao) berarti PISAU, bagian bawah 心 (Xin) berarti HATI. Huruf tersebut mengatakan bahwa KESABARAN itu meletakkan hati seseorang di bawah pisau. Mengapa? Anda menahan/mengekang diri anda dari rasa marah namun hati anda terluka dan tidak dapat menerima!! Dan ini berbahaya untuk kesehatan anda, suatu hari rasa marah yang dipendam ini akan meledak. Karena itu, sabar tidaklah cukup dan tidak baik untuk kesehatan. Tingkat yang lebih tinggi dari sabar adalah 容 (Rong), yang berarti toleran. Toleran berarti menerima bahwa kita berbeda dan bisa berbeda pendapat, dan memaafkan sepenuh hati orang-orang yang bersalah, niscaya hati dan pikiran kita menjadi tentram dan damai.